Setelah saya ikut PMII, entah mengapa rasanya pengen ngepost hal yang satu ini. Kelihatannya sepele bukan? tapi yang namanya sejarah siapa yang tau.
artikel/tulisan yang ada di bawah ini adalah berita harlah PMII yang ke-46, yang saya ambil di website NU Online.
"Saat acara peringatan hari lahir (Harlah) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke-46 . Sejumlah tokoh nasional, Angkatan ’66 dan ratusan kader PMII hadir dalam acara yang digelar di Hotel Acacia, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (20/4).
Dalam sambutannya, Gus Dur menegaskan tentang komitmen keindonesiaan & kebangsaan dengan cara mengawal terus Indonesia dengan Islam ala Indonesia.
Setelah berbicara panjang lebar, dia bermaksud menutup pidato dengan ucapan "wabillahi taufiq wal hidayah", tapi tiba-tiba dia diam sejenak....
"saya kok mau salah menyampaikan salam penutup, harusnya kan yang khas NU" jelas cucu pendiri NU ini.
"dulu ulama-ulama NU, sepakat menggunakan wabillahi taufiq wal hidayah untuk ucapan penutup dan Nahdliyiin wajib mengikuti. tapi setelah musim kampanye pemilu tahun 70-an, Golkar memakai ucapan itu untuk menutup setiap pidato kampanyenya." ungkap Ketua Dewan Syuro PKB ini
Nah setelah itu, lanjut Gus Dur, para ulama NU sepakat menggantinya dengan yang lain. muncul ide agar di ganti dengan "Wallahul Muwafiq ila aqwamith Thariq" dari seorang Kiai kharismatik asal Magelang lalu dipakailah hingga kini.
"jadi Golkar minjem "wabillahi taufiq wal hidayah" dari NU dan belum dikembalikan hingga saat ini," kata Gus Dur yang diiringi gelak tawa hadirin, termasuk Slamet Effendi Yusuf yang hadir saat itu.
"untuk itu saya akhiri dengan wallahul Muwafiq ila aqwamith Thariq," ungkap Gus Dur menyudahi. (NU Online).
Mungkin kalian menganggap ini konyol, tapi menurut saya tulisan diatas "sesuatu banget".
Ok, dan 1 lagi.. tidak tahu ini keawaman, ketidak tahuan, keteledoran entah kesengajaan sering kita mendengar ucapan "illa awamith Thariq" BUKAN "ila".
kita mungkin masih awam, tapi kita tak harus terjerumus terlalu dalam oleh keawaman kita bukan? Memang itu suatu hal sepele, tapi ingat Se-Sepele apapun itu hati-hati lho, ntar kalo jadi Sepuluh.
Kalo dari segi pandang arti kata:
ila = ke / menuju
illa = kecuali
sedang, kalo kita terus-terusan mengucap ataupun menulis "illa awamith Thariq" itu sama hal-nya kita mengucap bahkan mungkin bisa diartikan berdo'a "Kecuali jalan yang lurus" [ Teriak dan katakan OH NOo..!!! ].
jadi arti kalimat wallahul Muwafiq ila aqwamith Thariq ialah "Semoga Allah menuntun kita ke jalan yang paling lurus [ISLAM]". and finally, Alhamdulillah.. kita tahu itu.
PMII KOMUNIS

Mundur Satu Langkah Adalah suatu bentuk penghianatan
Senin, 07 Desember 2015
Sejarah dan artinya "Wallahul Muwafiq Ila Aqwamith Thoriq"
Kamis, 03 Desember 2015
Fundamentalisme Dalam Islam : Akar Historis
Kamis, 26 November 2015
Guruku Pahlawanku…
TANTANGAN PARA GURU KEDEPANYA
Rabu, 25 November 2015
Mengatasi Krisis “Kepemimpinan” Pemuda
Selasa, 24 November 2015
Merekonstruksi Pendidikan Berbasis Multikultural
Senin, 23 November 2015
Meski Sedikit, Tetap Istiqomah
Jumat, 06 November 2015
POTRET MAHASISWA SAAT INI
Oleh: Amran Umar *)
Pada era pasca reformasi ini, bisa dikatakan daya kritis mahasiswa semakin hari kian tenggelam, bahkan eksistensinya sebagai agent of change serta agent social of controlnya kian meredup. Itu semua tak terlepas dari kemajuan zaman.
Saat ini, diakui atau tidak, mahasiswa sudah mulai apatis terhadap kondisi lingkungan sekitar, padahal nantinya akan berakibat fatal, baik untuk individu mahasiswa itu, maupun masyarakat luas. Sebelumnya saya jelaskan beberapa karakter kehidupan mahasiswa yang sering saya jumpai saat ini:
1. Mahasiswa Akademisi: biasanya melihat kesuksesan dari parameter nilai atau indeks prestasi kumulatif (IPK), sehingga keseharianya hanya memikirkan bagaimana caranya untuk mendapatkan nilai bagus tanpa memikirkan kondisi lingkungan sekitarnya.
2. Mahasiswa Hedonis: seiring perkembangan zaman, kini banyak kita temukan mahasiswa yang kerjaanya hanya senang-senang, sukanya di pusat perbelanjaan seperti mall. Mereka tidak terlalu memikirkan kuliahnya, apalagi memikirkan realita yang ada disekitarnya. Yang ada pada pikiran mereka, yang penting happy!
3. Mahasiswa Aktifis: mahasiswa tipe ini tidak hanya memikirkan kuliah, tapi juga memiliki daya kritis terhadap kebijakan apapun, yang pada kalau merugikan masyarakat, mereka dengan suara lantang menentangnyam dan senantiasa berusaha menegakkan keadilan dan sebagainya.
ah,Nah, untuk tipe terakhir ini jumlahnya sudah mulai berkurang, karena kebanyakan mahasiswa saat ini lebih memilih game online dibanding berdiskusi dan membaca realita yang ada di masyarakat.
Melihat beberapa karakter mahasiswa di atas, maka yang banyak kita jumpai saat ini adalah mahasiswa yang hedonis, yang tak jarang bolos kuliah hanya untuk bersenang-senang di mall, hura-hura, bahkan terlibat kebiasaan negatif yang sebenarnya justru merugikan dan merusak masa depan mereka kelak.
Mereka tak peduli bagaimana nasibnya sebagai mahasiswa, tak peduli akan IPK, apalagi memikirkan kondisi sosial masyarakat di sekitarnya.
Itulah potret mahasiswa saat ini. Mereka jarang membaca, jarang berdiskusi mengenai ilmu pengetahuan, apalagi menulis. Bila mahasiswa saat ini kebanyakan seperti itu, lalu apa yang terjadi sepuluh tahun yang akan datang? Bukankah para mahasiswa itu calon pemimpin masa depan?
Peran Perguruan Tinggi
Kampus yang sejatinya menjadi surga bagi kaum intelektual, kini berubah menjadi tempat yang menyeramkan bagi mereka yang kehidupanya penuh kesenagan. Artinya, kampus sebagai tempat mencari ilmu, seharusnya berperan sangat besar merubah karakter mahasiswa, bagaimana Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidkan, penelitian dan pengabdian masyarakat) harus benar-benar diterapkan, juga melatih mahasiswa dengan kemampuan soft skillnya.
Berdasar fenomena saat ini, mahasiswa hanya dituntut untuk mengerjakan tugas, tugas dan tugas, dengan mendewakan IPK, sehingga yang terjadi, saat mahasiswanya lulus, justru tidak pernah tau bagaimana caranya menghadapi dunia nyata di masyarakat, tidak siap terjun ke masyarakat karena tidak memiliki bekal menerima kenyataan, serta tidak pernah diajarkan bagaimana cara berkomunikasi yang baik saat mengahadapi masyarakat yang berlatar belakang pendidkan berbeda.
Dalam kehidupan kampus misalnya, mahasiswa seharusnya mulai belajar mengambil peran kepemimpinan di berbagai organisasi yang ada. Karena, dengan adanya semangat dan tekad membara serta didikan yang baik, tidak mendewakan IPK, nantinya akan melahirkan insan-insan ideologis yang menjadi aset penting bagi bangsa serta menempati pos-pos kepemimpinan strategis di negeri ini.
Semangat dan idealisme yang kuat saat ini akan menjelma sebagai kekuatan untuk mengontrol kebijakan-kebijakan pelayanan publik yang ada, sehingga manakala ada kebijakan publik yang menyeleweng, tidak pro rakyat, mahasiswa dapat mengambil peran penting untuk menjelaskan dan meminta pertanggungjawaban dari pihak terkait, karena ada sebuah kebenaran dan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Karena mahasiswa harus ksatria, siap membela manakala ada hak-hak rakyat yang tertindas. Dari identitas dirinya, mahasiswa harus mempunyai tanggung jawab intelektual, tanggung jawab sosial, dan tanggung jawab moral pada masyarakat, sebagai pertanggungan jawabnya sebagai kaum terdidik.
*) Ketua Komisariat PMII Unisma
Kamis, 05 November 2015
MINIMNYA KETERLIBATAN PEMUDA

Kamis, 29 Oktober 2015
PERINGATAN SUMPAH PEMUDA
“PERINGATAN SUMPAH PEMUDA “ PMII KOMISARIAT UNISMA MENGGALANG DANA UNTUK KORBAN ASAP YANG MELANDA RIAU DAN SEKITARNYA
Puluhan kader-kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII ) dan Aliansi Mahasiswa Unisma dalam “memperingati sumpah pemuda” dengan menggalang dana untuk korban asap didaerah Riau dan Sekitarnya.Bahwasanya Pemerintah kurang tanggap dalam mengatasi hal tersebut,dalam hal ini pemerintahan presiden jokowi dan jusuf kalla kurang pro-terhadap rakyat,dalam hal sumpah pemuda ini presiden jokowi banyak yang memberikan rapot merah terhadap pemerintahannya.
Peringatan sumpah pemuda ini kami laksanakan dalam bentuk aksi damai Start depan komisariat unisma lalu berjalan seraya berorasi untuk mengajak semua mahasiswa mengikuti atau memperingati hari sumpah pemuda yang jatuh pada hari Rabu 28 Oktober 2015.
Aksi damai tersebut dimulai dari komisariat unisma yang langsung menuju depan gedung Rektorat Unisma dengan membawa sepanduk yang bertuliskan PMII KOMISARIAT UNISMA DAN ALIANSI MAHASISWA PEDULI ASAP.Dan membawa kardus untuk melakukan aksi penggalangan dana dengan penuh sopan santun. Bukan hanya mahasiswa yang kami mintai sumbangan, akan tetapi Dosen,Karyawan,sampai Rektorpun kami mintai dana dalam rangkan aksi penggalangan dana tersebut.
Aksi damai tersebut,berlanjut dijalan raya depan kampus Unisma.Dan melanjutkan penggalangan dana korban asap di Riau dan Sekitarnya serta berorasi dan menyanyikan lagu Indonesia raya bersama-sama.Penggalangan dana tersebut kami akhiri pada pukul 12.00 WIB dan dana yang terkumpul mencapai Rp.1.191.000 rupiah dan kami tutup acara tersebut dengan menyanyikan lagu Indonesia raya,Mars PMII dan Sumpah Pemuda beserta Sumpah Mahasiswa.Dan yang terpenting adalah kami mendo’akan para pejuang yang telah gugur dimedan perang,yang mana dahulu telah berjasa dan memberikan warna dinegri ini.Harapan kami semoga pemerintah sadar dengan bencana yang sedang dialami oleh sebagian warga Indonesia khususnya daerah Riau dan Sekitarnya.
Kamis, 22 Oktober 2015
PRA-MAPABA PR SUNAN BONANG
Sore tadi, tepatnya hari kamis tanggal 22 Oktober 2015 panitia pelaksana Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) PR Sunan Bonang mengadakan acara Pra-MAPABA yang dilaksanakan di gubuk perjuangan PMII KOMISARIAT UNISMA. Acara Pra-MAPABA ini di ikuti oleh mahasiswa FAKULTAS AGAMA ISLAM yang mendaftarkan dirinya sebagai calon anggota PMII Rayon “Sunan Bonang” Pra-MAPABA kali ini di isi dengan materi tentang “KE PMII-AN,NDP,DAN ASWAJA Gerakan Mahasiswa dan Kontribusinya Terhadap Bangsa” yang mana pematerinya adalah Sahabat Abdur Rouf(Sekum Kom Unisma) Amirul (angota wk 2) dan khuzaifi yang merupakan pengurus Cabang Kota Malang.
Acara Pra-MAPABA kali ini berjalan dengan lancar karena antusias, keinginan dan tekad dari para calon anggota sangat tinggi, begitu pula dengan antusias para panitia yang patut di acungi jempol dan di dukung pula dengan pemateri yang mudah membawa suasana sehingga calon anggota kali ini merasa tidak salah pilih untuk mendaftarkan diri menjadi anggota PMII. Dalam hal ing gak hanya materi PMII,NDP DAN ASWAJA akan tetapi menyanpaiankan juga tentang “gerakan Mahasiswa dan Kontribusinya Terhadap Banga”Materi ini diberikan untuk memberikan saku para calon anggota mengenai gerakan mahasiswa saat ini, ditinjau dari proses mereka dalam menjalani ranah pendidikan, social dan, terutama dalam pergerakannya. Pemateri menyampaikan mahasiswa saat ini lebih memeilki peluang yang besar dalam dunia pergerakan dikarenakan didukungnya perkembangan teknologi modern yang semakin lama makin terinovasi, kreativitas, dan maju. Namun perkembangan teknologi ini kurang didukung dengan pola pikir yang sesuai dengan tanggung jawab mahasiswa yang harus memilki pola pikir kritis transformatif, bentuk tersebut dapat dilihat banyaknya mahasiswa yang menggunakan dunia network seperti Facebook, Twitter, dan Black Berry Masanger untuk media narsis, isinya hanya untuk memposting status yang tidak jelas “ aku ge makan plend,” itu contohnya. Bahasa-bahas ayang dipakai oleh mahasiswapun saat ini makin menggeser, bahasa gaul banyak mendominasi dan tidak diimbangi dengan kemampuan mahasiswa dalam berkarya.
Tanggung jawab mahasiswa adalah menjawab kepastian terhadap masyarakat, harusnya posting dan status dalam dunia jaringan internet berisikan keperdulian terhadap masyarakat dan mengkritisi bangsa, bukan sebaliknya hanya posting galau yang trend saat ini “ galau bro” dan jawabannyapun “ cyuuuusss????” sangat miris bukan? Niat mencari ilmu harus ditegakkan dalam pola pikir mahasiswa, mencari ilmu dan pengetahuan tidak hanya didalam perkuliahan saja, diluar perkuliahan banyak sekali ilmu dan pengetahuan yang harus digali salah satunya mengikuti organisasi ekstra dan PMIIlah pilihan yang tepat.
Rabu, 21 Oktober 2015
PPTA
PERATURAN ORGANISASI
Tentang
PEDOMAN PENYELENGGARAAN TERTIB ADMINISTRASI
PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA
1. PENDAHULUAN
a. Latar Belakang
Keutuhan dan kesatuan gerak organisasi tercermin antara lain pada sistem tertib administrasi yang diterapkan oleh organisasi yang bersangkutan. Dalam upaya mewujudkan sistem administrasi yang dapat menunjang berjalannya mekanisme kerja organisasi di lingkungan PMII, maka diperlukan adanya seperangkat aturan sebagai usaha unifikasi aturan yang wajib dilaksanakan dan disosialisasikan terus menerus agar menjadi tradisi organisasi yang baik dan positif dalam rangka pelaksanaan program organisasi guna mencapai tujuan. Kecuali untuk memelihara keutuhan dan kesatuan gerak organisasi, adanya sistem administrasi itu juga untuk menegakkan wibawa organisasi dan disiplin organisasi bagi segenap organisasi bagi segenap anggota dan fungsionaris di seluruh tingkatan organisasi secara vertikal. Oleh karena itu terbitnya Pedoman Penyelenggaraan Tertib Administrasi merupakan suatu jawaban aktual ditengah-tengah mendesaknya keperluan akan adanya pedoman yang berlaku secara Nasional di lingkungan PMII dari tingkat Pengurus Besar sampai Rayon.
b. Pengertian
Pedoman Penyelenggaraan Tertib Administrasi (PPTA) adalah serangkaian aturan mengenai penyelenggaraan organisasi dengan administrasi yang meliputi tertib kesekretariatan dan atribut organisasi yang berlaku tunggal untuk semua tingkatan organisasi PMII secara nasional.
c. Tujuan
Pedoman Penyelenggaraan Tertib Administrasi (PPTA) bertujuan untuk :
1) Mempermudah upaya pembinaan, pengembangan dan pemantauan pelaksanaan administrasi disemua tingkatan organisasi PMII.
2) Menyelenggarakan pola sistem pengorganisasian pada bidang kesekretariatan disemua tingkatan organisasi PMII.
3) Menegakkan wibawa dan disiplin organisasi serta menumbuhkan kesadaran, semangat dan kegairahan berorganisasi di kalangan anggota.
d. Sasaran
Pedoman Penyelenggaraan Tertib Administrasi (PPTA) memiliki sasaran sebagai berikut :
1) Terwujudnya suatu aturan tunggal organisasi dibidang administrasi yang baru dan berlaku secara nasional.
2) Terpeliharanya nilai, jiwa dan semangat kebersamaan dalam memperkokoh keutuhan, persatuan dan kesatuan organisasi serta disiplin dan wibawa organisasi.
e. Landasan
Pedoman Penyelenggaraan Tertib Administrasi (PPTA) berlandaskan pada:
1) Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
2) Keputusan Kongres XV PMII tahun 200
AD/ART adalah dasar dan peraturan yang mengikat seseorang atau kelompok dalam berbagai kegiatan atau program yang mereka lakukan atau yang akan di kerjakan. AD (Anggaran Dasar) selalu berisikan pasal-pasal umum mengenai yang mengatur roda sebuah organisasi. Seperti ideologi, tata cara pemilihan, sumber dana dan lain-lain. Intinya mirip seperti Uundang-undang Dasar
Sedagkan ART (Anggaran Rumah Tangga) itu berfungsi seperti petunjuk teknis atau penjelasan lebih rinci dari AD (AD biasanya lebih tataran abstrak dan general) dan disajikan juga dalam bentuk pasal-pasal.
NILAI DASAR PERGERAKAN
NDP PMII
Inayah’s Amazrirm
A. Historisitas Nilai Dasar Pergerakan (NDP)
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sebagai organisasi kemahasiswaan berusaha menggali nilai- nilai moral yang lahir dari pengalaman dan keberpihakan insan warga pergerakan dalam bentuk rumusan-rumusan yang diberi nama Nilai Dasar Pergerakan (NDP).
Secara historis, NDP PMII mulai terbentuk pasca Independensi PMII ketika Mukernas III di Bandung (1-5 Mei 1976). Pada saat itu penyusunan NDP masih berupa kerangkanya saja, lalu diserahkan kepada tim PB PMII. Namun, hingga menjelang Kongres PMII VIII di Bandung, penyusunan tersebut belum dapat diwujudkan. Hingga akhirnya saat Kongres PMII VIII di Bandung (16-20 Mei 1985) menetapkan penyempurnaan rumusan NDP dengan Surya Dharma Ali sebagai ketua umumnya. Penyempurnaan ini berlangsung hingga 1988. Selanjutnya pada tanggal 14-19 September 1988 ketika Kongres IX PMII, NDP mulai disahkan di Surabaya.
NDP ini merupakan tali pengikat (kalimatun sawa’) yang mempertemukan semua warga pergerakan dalam ranah dan semangat perjuangan yang sama. Seluruh anggota dan kader PMII harus memahami dan menginternalisasikan nilai dasar PMII baik secara personal maupun kolektif dalam medan perjuangan sosial yang lebih luas, dengan melakukan keberpihakan yang nyata melawan ketidakadilan, kesewenangan, kekerasan, dan tindakan-tindakan negatif lainnya.
B. Arti NDP
NDP merupakan nilai-nilai secara mendasar, yang merupakan sublimasi nilai-nilai keIslaman dan keindonesiaan dengan kerangka pemahaman Ahlussunnah wal jama’ah yang menjiwai berbagai aturan, memberi arah, mendorong, serta penggerak kegiatan PMII. Yang dimaksud nilai-nilai keislaman disini adalah kemerdekaan/al-huriyah,persamaan/al-musawa, keadilan/‘adalah, toleran/tasamuh, damai/al-sulh, dll. Adapun nilai-nilai keindonesiaan adalah keberagaman suku, agama, budaya, ras, golongan, beribu pulau, dll.
Nilai-nilai Islam mendasari, memberi spirit dan élan vital pergerakan yang meliputi cakupan iman (aspek iman), Islam (aspek syari’ah), dan Ihsan (aspek etika dan akhlak). Sedangkan nilai-nilai keindonesiaan memberi area berpijak, bergerak dan memperkaya proses aktualisasi dan proses dinamika pergerakan.
C. Fungsi NDP
1. Sumber Motivasi (Kerangka Ideologis)
NDP menjadi pendorong insan pergerakan untuk berfikir, berbuat dan bergerak sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
2. Landasan berfikir (Kerangka Refleksi)
NDP menjadi landasan berpendapat terhadap persoalan yang dihadapi.
3. Landasan Berpijak (Kerangka Aksi)
NDP menjadi landasan setiap gerak langkah dan kebijakan yang harus dilakukan oleh insan pergerakan dalam membela kaum lemah.
D. Kedudukan NDP
1. NDP menjadi sumber kekuatan ideal-moral dari aktivitas pergerakan.
2. NDP menjadi pusat argumentasi dan pengikat kebenaran dari kebebasan berfikir, berucap, dan bertindak dalam aktivitas pergerakan.
E. Rumusan NDP
1. Tauhid
Meng-Esa-kan Allah merupakan nilai yang paling asasi dalam sejarah agama samawi. Di dalamnya telah terkandung sejak awal tentang keberadaan manusia, hal ini terkandung dalam surat Al-Ikhlas: 1-4, Al-Baqarah: 130-131.
Allah adalah Esa dalam segala totalitas, dzat, sifat, dan perbuatan Allah. Keyakinan seperti itu merupakan keyakinan terhadap sesuatu yang lebih tinggi dari alam semesta, serta merupakan manifestasi dari keyakinan terhadap yang ghaib. Oleh karena itu tauhid merupakan titik puncak yang melandasi, memandu, dan menjadi sasaran keimanan yang mencakup keyakinan dalam hati, penegasan lewat insan, dan perwujudan lewat perbuatan. PMII harus mampu melarutkan dan meneteskan nilai- nilai tauhid dalam berbagai kehidupan serta tersosialisasikan hingga merambah di sekelilingnya.
2. Hubungan manusia dengan Allah (Hablum min Allah)
Allah adalah pencipta alam semesta. Dia menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya kejadian dan menganugerahkan kedudukan yang terhormat kepada manusia dihadapan ciptaan-Nya sekaligus. Kedudukan itu ditandai dengan pemberian daya nalar berfikir, kemampuan berkreasi, dan kesadaran moral. Potensi itulah yang memungkinkan manusia memerankan fungsi sebagai Khalifah fi al Ard dan hamba Allah. Hal ini terkandung dalam surat Al-An’am:165. Sebagai hamba Allah, manusia harus melaksanakan ketentuanNya (Az-Dzariat:56). Untuk itu manusia dilengkapi dengan kesadaran moral yang harus selalu dirawat.
Dengan demikian, dalam kedudukan sebagai manusia ciptaan Allah, terdapat pola hubungan manusia dengan Allah, yaitu pola yang didasarkan pada kedudukan manusia sebagai khalifah dan sebagai hamba ciptaan Allah.
3. Hubungan manusia dengan manusia ( Hablum min an Naas)
Tidak ada sesuatu yang lebih antara satu dengan yang lainnya di hadapan Allah kecuali ketaqwaannya. Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Karena kesadaran ini, manusia harus saling menolong, saling menghormati, bekerja sama, menasehati, dan saling mengajak kepada kebenaran demi kebaikan bersama. Hal ini terkandung dalam surat Al-Hujurat:13.
Nilai-nilai yang dikembangkan dalam hubungan antar manusia tercakup dalam persaudaraan antar umat manusia. Perilaku persaudaraan ini harus menempatkan insan pergerakan pada posisi yang dapat memberi manfaat maksimal untuk diri dan lingkungannya.
4. Hubungan manusia dengan alam ( Hablum mi’a al ‘Alam)
Alam semesta adalah ciptaan Allah. Dia menentukan kadar dan hukum- hukumnya. Alam juga menunjukkan tanda-tanda keberadaan, sifat dan perbuatan Allah. Allah menundukkan alam untuk manusia dan bukan sebaliknya. Jika hal ini terjadi dengan sebaliknya, maka manusia akan terjebak dalam penghambaan kepada alam, bukan kepada Allah. Allah menciptakan manusia sebagai khalifah, sudah sepantasnya manusia menjadikan bumi maupun alam sebagai wahana dalam bertauhid dan bukan menjadikan sebagai obyek eksploitasi, hal ini terkandung dalam surat Al-Qashas : 77.
NDP PMII
Inayah’s Amazrirm
A. Historisitas Nilai Dasar Pergerakan (NDP)
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sebagai organisasi kemahasiswaan berusaha menggali nilai- nilai moral yang lahir dari pengalaman dan keberpihakan insan warga pergerakan dalam bentuk rumusan-rumusan yang diberi nama Nilai Dasar Pergerakan (NDP).
Secara historis, NDP PMII mulai terbentuk pasca Independensi PMII ketika Mukernas III di Bandung (1-5 Mei 1976). Pada saat itu penyusunan NDP masih berupa kerangkanya saja, lalu diserahkan kepada tim PB PMII. Namun, hingga menjelang Kongres PMII VIII di Bandung, penyusunan tersebut belum dapat diwujudkan. Hingga akhirnya saat Kongres PMII VIII di Bandung (16-20 Mei 1985) menetapkan penyempurnaan rumusan NDP dengan Surya Dharma Ali sebagai ketua umumnya. Penyempurnaan ini berlangsung hingga 1988. Selanjutnya pada tanggal 14-19 September 1988 ketika Kongres IX PMII, NDP mulai disahkan di Surabaya.
NDP ini merupakan tali pengikat (kalimatun sawa’) yang mempertemukan semua warga pergerakan dalam ranah dan semangat perjuangan yang sama. Seluruh anggota dan kader PMII harus memahami dan menginternalisasikan nilai dasar PMII baik secara personal maupun kolektif dalam medan perjuangan sosial yang lebih luas, dengan melakukan keberpihakan yang nyata melawan ketidakadilan, kesewenangan, kekerasan, dan tindakan-tindakan negatif lainnya.
B. Arti NDP
NDP merupakan nilai-nilai secara mendasar, yang merupakan sublimasi nilai-nilai keIslaman dan keindonesiaan dengan kerangka pemahaman Ahlussunnah wal jama’ah yang menjiwai berbagai aturan, memberi arah, mendorong, serta penggerak kegiatan PMII. Yang dimaksud nilai-nilai keislaman disini adalah kemerdekaan/al-huriyah,persamaan/al-musawa, keadilan/‘adalah, toleran/tasamuh, damai/al-sulh, dll. Adapun nilai-nilai keindonesiaan adalah keberagaman suku, agama, budaya, ras, golongan, beribu pulau, dll.
Nilai-nilai Islam mendasari, memberi spirit dan élan vital pergerakan yang meliputi cakupan iman (aspek iman), Islam (aspek syari’ah), dan Ihsan (aspek etika dan akhlak). Sedangkan nilai-nilai keindonesiaan memberi area berpijak, bergerak dan memperkaya proses aktualisasi dan proses dinamika pergerakan.
C. Fungsi NDP
1. Sumber Motivasi (Kerangka Ideologis)
NDP menjadi pendorong insan pergerakan untuk berfikir, berbuat dan bergerak sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
2. Landasan berfikir (Kerangka Refleksi)
NDP menjadi landasan berpendapat terhadap persoalan yang dihadapi.
3. Landasan Berpijak (Kerangka Aksi)
NDP menjadi landasan setiap gerak langkah dan kebijakan yang harus dilakukan oleh insan pergerakan dalam membela kaum lemah.
D. Kedudukan NDP
1. NDP menjadi sumber kekuatan ideal-moral dari aktivitas pergerakan.
2. NDP menjadi pusat argumentasi dan pengikat kebenaran dari kebebasan berfikir, berucap, dan bertindak dalam aktivitas pergerakan.
E. Rumusan NDP
1. Tauhid
Meng-Esa-kan Allah merupakan nilai yang paling asasi dalam sejarah agama samawi. Di dalamnya telah terkandung sejak awal tentang keberadaan manusia, hal ini terkandung dalam surat Al-Ikhlas: 1-4, Al-Baqarah: 130-131.
Allah adalah Esa dalam segala totalitas, dzat, sifat, dan perbuatan Allah. Keyakinan seperti itu merupakan keyakinan terhadap sesuatu yang lebih tinggi dari alam semesta, serta merupakan manifestasi dari keyakinan terhadap yang ghaib. Oleh karena itu tauhid merupakan titik puncak yang melandasi, memandu, dan menjadi sasaran keimanan yang mencakup keyakinan dalam hati, penegasan lewat insan, dan perwujudan lewat perbuatan. PMII harus mampu melarutkan dan meneteskan nilai- nilai tauhid dalam berbagai kehidupan serta tersosialisasikan hingga merambah di sekelilingnya.
2. Hubungan manusia dengan Allah (Hablum min Allah)
Allah adalah pencipta alam semesta. Dia menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya kejadian dan menganugerahkan kedudukan yang terhormat kepada manusia dihadapan ciptaan-Nya sekaligus. Kedudukan itu ditandai dengan pemberian daya nalar berfikir, kemampuan berkreasi, dan kesadaran moral. Potensi itulah yang memungkinkan manusia memerankan fungsi sebagai Khalifah fi al Ard dan hamba Allah. Hal ini terkandung dalam surat Al-An’am:165. Sebagai hamba Allah, manusia harus melaksanakan ketentuanNya (Az-Dzariat:56). Untuk itu manusia dilengkapi dengan kesadaran moral yang harus selalu dirawat.
Dengan demikian, dalam kedudukan sebagai manusia ciptaan Allah, terdapat pola hubungan manusia dengan Allah, yaitu pola yang didasarkan pada kedudukan manusia sebagai khalifah dan sebagai hamba ciptaan Allah.
3. Hubungan manusia dengan manusia ( Hablum min an Naas)
Tidak ada sesuatu yang lebih antara satu dengan yang lainnya di hadapan Allah kecuali ketaqwaannya. Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Karena kesadaran ini, manusia harus saling menolong, saling menghormati, bekerja sama, menasehati, dan saling mengajak kepada kebenaran demi kebaikan bersama. Hal ini terkandung dalam surat Al-Hujurat:13.
Nilai-nilai yang dikembangkan dalam hubungan antar manusia tercakup dalam persaudaraan antar umat manusia. Perilaku persaudaraan ini harus menempatkan insan pergerakan pada posisi yang dapat memberi manfaat maksimal untuk diri dan lingkungannya.
4. Hubungan manusia dengan alam ( Hablum mi’a al ‘Alam)
Alam semesta adalah ciptaan Allah. Dia menentukan kadar dan hukum- hukumnya. Alam juga menunjukkan tanda-tanda keberadaan, sifat dan perbuatan Allah. Allah menundukkan alam untuk manusia dan bukan sebaliknya. Jika hal ini terjadi dengan sebaliknya, maka manusia akan terjebak dalam penghambaan kepada alam, bukan kepada Allah. Allah menciptakan manusia sebagai khalifah, sudah sepantasnya manusia menjadikan bumi maupun alam sebagai wahana dalam bertauhid dan bukan menjadikan sebagai obyek eksploitasi, hal ini terkandung dalam surat Al-Qashas : 77.
NDP PMII
Inayah’s Amazrirm
A. Historisitas Nilai Dasar Pergerakan (NDP)
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sebagai organisasi kemahasiswaan berusaha menggali nilai- nilai moral yang lahir dari pengalaman dan keberpihakan insan warga pergerakan dalam bentuk rumusan-rumusan yang diberi nama Nilai Dasar Pergerakan (NDP).
Secara historis, NDP PMII mulai terbentuk pasca Independensi PMII ketika Mukernas III di Bandung (1-5 Mei 1976). Pada saat itu penyusunan NDP masih berupa kerangkanya saja, lalu diserahkan kepada tim PB PMII. Namun, hingga menjelang Kongres PMII VIII di Bandung, penyusunan tersebut belum dapat diwujudkan. Hingga akhirnya saat Kongres PMII VIII di Bandung (16-20 Mei 1985) menetapkan penyempurnaan rumusan NDP dengan Surya Dharma Ali sebagai ketua umumnya. Penyempurnaan ini berlangsung hingga 1988. Selanjutnya pada tanggal 14-19 September 1988 ketika Kongres IX PMII, NDP mulai disahkan di Surabaya.
NDP ini merupakan tali pengikat (kalimatun sawa’) yang mempertemukan semua warga pergerakan dalam ranah dan semangat perjuangan yang sama. Seluruh anggota dan kader PMII harus memahami dan menginternalisasikan nilai dasar PMII baik secara personal maupun kolektif dalam medan perjuangan sosial yang lebih luas, dengan melakukan keberpihakan yang nyata melawan ketidakadilan, kesewenangan, kekerasan, dan tindakan-tindakan negatif lainnya.
B. Arti NDP
NDP merupakan nilai-nilai secara mendasar, yang merupakan sublimasi nilai-nilai keIslaman dan keindonesiaan dengan kerangka pemahaman Ahlussunnah wal jama’ah yang menjiwai berbagai aturan, memberi arah, mendorong, serta penggerak kegiatan PMII. Yang dimaksud nilai-nilai keislaman disini adalah kemerdekaan/al-huriyah,persamaan/al-musawa, keadilan/‘adalah, toleran/tasamuh, damai/al-sulh, dll. Adapun nilai-nilai keindonesiaan adalah keberagaman suku, agama, budaya, ras, golongan, beribu pulau, dll.
Nilai-nilai Islam mendasari, memberi spirit dan élan vital pergerakan yang meliputi cakupan iman (aspek iman), Islam (aspek syari’ah), dan Ihsan (aspek etika dan akhlak). Sedangkan nilai-nilai keindonesiaan memberi area berpijak, bergerak dan memperkaya proses aktualisasi dan proses dinamika pergerakan.
C. Fungsi NDP
1. Sumber Motivasi (Kerangka Ideologis)
NDP menjadi pendorong insan pergerakan untuk berfikir, berbuat dan bergerak sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
2. Landasan berfikir (Kerangka Refleksi)
NDP menjadi landasan berpendapat terhadap persoalan yang dihadapi.
3. Landasan Berpijak (Kerangka Aksi)
NDP menjadi landasan setiap gerak langkah dan kebijakan yang harus dilakukan oleh insan pergerakan dalam membela kaum lemah.
D. Kedudukan NDP
1. NDP menjadi sumber kekuatan ideal-moral dari aktivitas pergerakan.
2. NDP menjadi pusat argumentasi dan pengikat kebenaran dari kebebasan berfikir, berucap, dan bertindak dalam aktivitas pergerakan.
E. Rumusan NDP
1. Tauhid
Meng-Esa-kan Allah merupakan nilai yang paling asasi dalam sejarah agama samawi. Di dalamnya telah terkandung sejak awal tentang keberadaan manusia, hal ini terkandung dalam surat Al-Ikhlas: 1-4, Al-Baqarah: 130-131.
Allah adalah Esa dalam segala totalitas, dzat, sifat, dan perbuatan Allah. Keyakinan seperti itu merupakan keyakinan terhadap sesuatu yang lebih tinggi dari alam semesta, serta merupakan manifestasi dari keyakinan terhadap yang ghaib. Oleh karena itu tauhid merupakan titik puncak yang melandasi, memandu, dan menjadi sasaran keimanan yang mencakup keyakinan dalam hati, penegasan lewat insan, dan perwujudan lewat perbuatan. PMII harus mampu melarutkan dan meneteskan nilai- nilai tauhid dalam berbagai kehidupan serta tersosialisasikan hingga merambah di sekelilingnya.
2. Hubungan manusia dengan Allah (Hablum min Allah)
Allah adalah pencipta alam semesta. Dia menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya kejadian dan menganugerahkan kedudukan yang terhormat kepada manusia dihadapan ciptaan-Nya sekaligus. Kedudukan itu ditandai dengan pemberian daya nalar berfikir, kemampuan berkreasi, dan kesadaran moral. Potensi itulah yang memungkinkan manusia memerankan fungsi sebagai Khalifah fi al Ard dan hamba Allah. Hal ini terkandung dalam surat Al-An’am:165. Sebagai hamba Allah, manusia harus melaksanakan ketentuanNya (Az-Dzariat:56). Untuk itu manusia dilengkapi dengan kesadaran moral yang harus selalu dirawat.
Dengan demikian, dalam kedudukan sebagai manusia ciptaan Allah, terdapat pola hubungan manusia dengan Allah, yaitu pola yang didasarkan pada kedudukan manusia sebagai khalifah dan sebagai hamba ciptaan Allah.
3. Hubungan manusia dengan manusia ( Hablum min an Naas)
Tidak ada sesuatu yang lebih antara satu dengan yang lainnya di hadapan Allah kecuali ketaqwaannya. Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Karena kesadaran ini, manusia harus saling menolong, saling menghormati, bekerja sama, menasehati, dan saling mengajak kepada kebenaran demi kebaikan bersama. Hal ini terkandung dalam surat Al-Hujurat:13.
Nilai-nilai yang dikembangkan dalam hubungan antar manusia tercakup dalam persaudaraan antar umat manusia. Perilaku persaudaraan ini harus menempatkan insan pergerakan pada posisi yang dapat memberi manfaat maksimal untuk diri dan lingkungannya.
4. Hubungan manusia dengan alam ( Hablum mi’a al ‘Alam)
Alam semesta adalah ciptaan Allah. Dia menentukan kadar dan hukum- hukumnya. Alam juga menunjukkan tanda-tanda keberadaan, sifat dan perbuatan Allah. Allah menundukkan alam untuk manusia dan bukan sebaliknya. Jika hal ini terjadi dengan sebaliknya, maka manusia akan terjebak dalam penghambaan kepada alam, bukan kepada Allah. Allah menciptakan manusia sebagai khalifah, sudah sepantasnya manusia menjadikan bumi maupun alam sebagai wahana dalam bertauhid dan bukan menjadikan sebagai obyek eksploitasi, hal ini terkandung dalam surat Al-Qashas : 77.
PMII KOTA MALANG MENOLAK REVISI RUU KPK
- Hadi Susanto – Fraksi PDI-P
- Indra Cahyono – Fraksi Demokrat
- Sahrowi – Fraksi PKB
- Moh Fadli – Fraksi Persatuan Pembangunan NasDem
- Subur – Fraksi PAN
- Sugiarto – Fraksi Nurani Keadilan
- Selamet – Fraksi Gerindra