PMII KOMUNIS

PMII KOMUNIS
Mundur Satu Langkah Adalah suatu bentuk penghianatan

Minggu, 19 April 2015

Hanif Dhakiri Harap PMII Lahirkan Pemimpin Yang Visioner


SURABAYA  – Sebagai organisasi kemahasiswaan terbesar di Indonesia, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) diharapkan bisa melahirkan pemimpin yang visioner.
Sekjen Ikatan Keluarga Alumni PMII (IKA PMII), Hanif Dhakiri menilai salah satu tugas terberat yang diemban oleh aktivis pergerakan adalah untuk terus melahirkan pemimpin yang tanggap dalam setiap perubahan.
Menurut Hanif yang juga menjabat sebagai Menteri Ketenagakerjaan ini, selama 55 tahun kiprah PMII telah banyak melahirkan tokoh yang bergerak di berbagai sektor. Dari mulai sebagai pendidik, budayawan, pegiat lembaga sosial masyarakat, politisi, hingga birokrat.
“Bahkan tidak sedikit kader PMII yang telah menjadi bupati, wali kota, gubernur, menteri hingga wakil presiden yakni H Hamzah Haz,” ujar Hanif, saat memberikan sambutan pada rangkaian Harlah PMII ke-55, di halaman parkir utara PWNU Jawa Timur, Jalan Masjid Al Akbar Timur 9 Surabaya,  Kamis (16/4) malam.
Dengan adanya persaingan bebas antar negara, PMII menurut Hanif, dituntut untuk tanggap terhadap masalah kemasyarakatan serta isu global. “Karenanya sangat diharapkan akan lahir kader PMII masa depan yang bisa diandalkan,” lanjutnya.
Pada acara yang dihadiri pendiri PMII yakni KH Cholid Mawardi serta KH Nuril Huda ini, Hanif Dhakiri mengingatkan peran besar yang telah dilakukan Nahdlatul Ulama dan PMII dalam rentang sejarah.
“Oleh karena itu yang sangat penting sekarang adalah bagaimana menjaga soliditas dan solidaritas demi terjaganya eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” terangnya.
Kontribusi PMII selama 55 tahun ini sudah tidak diragukan lagi dalam mengawal Islam Ahlussunnah Waljamaah dan NKRI. Oleh karena itu, Hanif mengingatkan, agar kader PMII terus menjaga semangat demi keutuhan bangsa. “PMII adalah organisasi mahasiswa Islam terbesar dan satu-satunya organisasi pergerakan dalam mengawal ide besar NU, Pancasila dan NKRI,” ungkapnya.
Pada kegiatan bertema “Malam Refleksi Harlah PMII dan Panggung Seni” ini hadir pula Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI Muhammad Nasir, dan Ketua PWNU Jawa Timur KH Muhammad Hasan Mutawakkil Alallah.
Grup musik Ki Ageng Ganjur pimpinan Ketua Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) Al-Zastrouw Ngatawi turut memeriahkan acara rangkaian Harlah PMII ke-55 itu. Juga budayawan Sujiwo Tejo, dan pembacaan puisi oleh KH D Zawawi Imron, serta penampilan tari Gandrung Banyuwangi.(Riz/Maq)

Mentri Marwan Ja'far Ajak PMII dan ITS Kawal Pembangunan Desa



SURABAYA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar menegaskan butuh dukungan dari organisasi kemahasiswaan dan perguruan tinggi untuk membangun desa. Karena dianggap penting untuk mengawal dan mengawasi alokasi dana desa yang diperuntukkan untuk pembangunan desa.

“Kerja mulia membangun desa dan desa membangun untuk Indonesia yang sejahtera ini tidak mungkin dilakukan sendirian oleh pemerintah,” ujar Menteri Marwan saat memberikan kuliah umum sebagai rangkaian Harlah PMII ke 55  di Kampus Institute Teknologi Surabaya (ITS), Surabaya, Jumat (17/6).

Perguruan tinggi, menurut Menteri Marwan,  merupakan salah satu subsistem pendidikan nasional. Dengan penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, perguruan tinggi dapat mengambil peran strategis dalam pembangunan nasional, termasuk dalam pembangunan desa.

“Beberapa bentuk partisipasi atau peran nyata  yang bisa disumbangkan Perguruan Tinggi dalam Pembangunan Desa diantaranya dengan melakukan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna (TTG) untuk kemajuan perekonomian masyarakat desa,” ujar Marwan.

Selain itu, Kuliah Kerja Nyata (KKN) di perdesaan, menurut Menteri Marwan bisa dijadikan media untuk memberikan penyuluhan dan pembinaan terhadap masyarakat desa. “Kuliah kerja nyata penting, agar mahasiswa bisa langsung melakukan interaksi langsung dengan masyarakat desa,” tandasnya.

Organisasi kemahasiswaan seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang berada di perguruan tinggi di Indonesia juga bisa turut serta melakukan pendampingan atau pelatihan  terhadap tenaga pendamping untuk mengawal implementasi Undang-Undang Desa.

“Dengan seperti itu, diharapkan organisasi kemahasiswan, perguruan tinggi, dan masyarakat secara umum bisa. Melakukan pembinaan secara kontinyu terhadap desa (desa binaan) untuk mengembangkan produk unggulan yang mempunyai nilai jual tinggi,” ujar Menteri Marwan.(Riz/Maq)

PB PMII Mintak Kader Menghargai Keberagaman


KUPANG – Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) meminta kepada Pengurus Cabang PMII Kupang untuk meningkatkan toleransi umat beragama di tengah masyarakat yang majemuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal tersebut disampaikan Wahyu Satriyadi dalam sambutannya saat pelantikan PC PMII Kupang, Kamis (25/3) lalu.
Menjaga kerukunan umat beragam merupakan kewajiban setiap kader PMII. Karena PMII berlandaskan Islam ahlussunnah wal jama’ah, yaitu berpaham moderat dan menghargai keberagaman.
“Menjaga kerukunan umat beragama merupakan wajib ‘ain bagi semua kader PMII. Sebagai kader kita sudah disumpah untuk beroegang teguh pada ajaran ahlussunnah wal jama’ah,” tegas Wahyu.(Ajhar Jowe/Maq)